Profesi lulusan ‘Sarjana’ Teknologi Pertanian
Jika kita melihat kondisi pasca tahun 1990, bagaimanakah keberlangsungan profesi dari kakak kelas kita dalam dunia ekonomi ?. Setelah lulus jadi tukang sarjana, lantas apa profesinya mereka ? Selain profesi ‘asal’ kerja, mayoritas mereka bekerja pada bidang-bidang non teknologi industri pangan.
Setahu saya dan inipun hanya ada pada pengamatan diri pribadi bahwa lulusan Teknologi Pertanian ternyata bekerja dibidang : Sales Marketing perusahaan farmasi, Sales Marketing Kartu Kredit dan Kredit Bank, Teller Bank, Manajer Bank, Aktivis perempuan di sebuah LSM, Technical enginer perusahaan telekomunikasi, penjual kerupuk rambak (tunjuk hidung sendiri), Fotographer, Guru Bahasa Inggris, pekerja travel agent dan apalagi ? Ada yang tahu ?
So … ada apa ini ? Apa ada apa-apa di sistem pendidikan Indonesia atau lingkungan internal Teknologi Pertanian sendiri ? Jangan hanya mengkambing hitamkan si sarjana nya saja. Itu dah umum. Ya .. enkk .. tergantung pribadinya si sarjana-nya sih … Doh, basi.
Ketika mahasiswa digodok selama 4 tahun lebih (bahkan ada yg 12 tahun) didalam Fakultas Teknologi Pertanian, mereka sadar bahwa otak serasa tertanam rumusan kimia dalam Teknologi Buah dan Sayur, Teknologi Kacang dan Daging, Teknologi per-susuan, dan apa lagi yak. Intinya, mahasiswa tersebut digodok habis-habisan untuk profesi Teknologi Pertanian. Lantas, apa masuk diakal jika lulus kuliah lantas kerja jualan rambak ? (Sekali lagi tunjuk hidung sendiri). Hayo … kenapa ini ?









Saya pernah denger kakak kelas yang lulus dari TP punya usaha kunci. Ya, itu tuh duplikasi kunci, tukang segala kunci. Mas Muji kek nya. Trus, ada lagi hmm … ya, jualan pulsa dan jualan Handphone. Si kakak Hanura Gilimanuk, anak TEP. Ada lagi, hmm wartawan juga. ** lirik antonemus hehehehe.
Kalo jual ini - itu, sih sah - sah saja. Asal jangan “jual diri” aja Mas.. he he he …!
Kenapa alumni TP kerjanya “seperti” tdk /krg relevan dg ilmu yg dipelajari ketika kuliah dulu. Menurut hemat saya hal ini dikarenakan institusi TP kiprahnya msh belum terlihat gregetnya di masyarakat dan kalangan dunia usaha. Mereka masih awam sekali mengenai apa dan bagaimana TP itu sesungguhnya.
klo boleh ngomong sich..sebelumnya terimakasih.. sebenarnya bukan hanya lulusan TP aja yg bekerja bukan dibidangnya seperti t4ku kerja banyak lulusan teknik sipil, elektro, bhasa inggris justru yang lulusan perbankan,akutansi,administrasi bisa dihitung jari. itu pertanda perusahaan sendiri tidak selalu mencari sesuai titelnya. seperti saat aku wawancara dulu kenapa melamar pekerjaan ini padahal ga sesuai bidang? aku terangkan bahwa semua ilmu bisa dipelajari yang penting punya kemampuan menganalisa, berpikir cepat,tepat,akurat..kayaknya ini yang diperlukan dalam suatu pekerjaan apapun. jadi menurut saya kuliah itu pembelajaran pendewasaan diri dalam berpikir yang tepat dan benar…selain lapangan kerja yang sesuai dengan bidang sangat terbatas dibanding dengan adanya Tenaga kerja yang semakin meningkat paling gampang sebetulnya bikin industri sendiri. terima kasih dech bisa ikut bergabung.
@Supri: Tuh, semakin jauh dari TP nya. Paling nggak mereka dah bisa survive Pak. Salut krn bisa cari uang dari bidang yang nyaris baru bagi mereka.
@Pak Aryawan: Hauahuahua, jual diri. Bisa aja Bapak satu ini. Secara tidak langsung, saya sih ‘jual diri’ ke pelanggan Pak hihihii. Analisanya Bapak tentang kurangnya publikasi TP memang bisa juga Pak. Padahal pabrik-pabrik berbasiskan Food Processing banyak dan besar-besar. Seperti Indofood, Bir Bintang, dll. Mungkin, lebih mengena jika ada inisiatif dari alumnus TP sendiri menggemakan dunia TP. Ya semoga hadirnya web ini bisa memberikan geliat bagi dunia TP ya Pak. Amin.
@Suci: Haihaihai staff Bank Mandiri. Benar ya Ci’? Suci ini angkatan 96 yang akrab dipanggil Ucil. Meski mungil tapi lincah dan cantik ***lirik imam-dont jelos ya ! *** lempar rambak .. plak, kriuk. Apa yang kau alami sama seperti yang kulakukan saat ini. Rata-rata orang pada teriak kaget, minimal sih matanya melotot lah ketika kusebutkan latar belakang pendidikanku yang tidak ada kaitannya dengan dunia web desain. Yang bisa kuambil dari bangku kuliah adalah metode dalam menyelesaikan sebuah peristiwa. Mampu hadirkan latar belakang masalah, hipotesis, metode penyelesaian sehingga dihasilkan sintesa yang akurat :). Disamping itu, dunia organisasi sangat penting jika kita ingin berperan dalam bisnis yang berbasiskan SDM. Ok, Guud luck Ucil, salam ma Mas Imam kutukupret kae. Hihihi.
Dalam memasuki eral global termasuk pasar kerja global sekarang ini yang nyata semakin kompetitif, keterampilan bidang ilmu atau subject specific skills (salah satu atribut personal competecies) hanya bagian kecil menentukan sukses seseorang mencari dan meniti karir dalam suatu pekerjaan. Banyak pendapat mengatakan dan saya sendiri setuju bahwa yang menentukan kesuksesan kita meniti karir adalah intra-personal competencies lainnya (seperti positive attitude, motivation, flexibility/adaptability, integrity, active learner, problem solving, decision making ability, analytical thinking, commitment to improve, loyalty), inter-personal skills termasuk communication competencies (seperti communication tulis maupun lisan, public speaking, social skills dan networking) organizational competencies (organizational skills, leadership/managerial skills, computer skills, work experiences, customer orientation, extraxurricular activities, etc.), dan kalau ingin competitive di pasar kerja global-international maka international/intercultural competencies sangat diperlukan (cross cultural competencies, international knowledge, int. management, int marketing, int. trade theory, int human resource, etc.). Jadi bila ingin bersaing di dunia kerja sekarang ini maka skil-skil selain skil keilmuan (subject specific atau hard skills/IPK) hanya bagian kecil dari kesusesan kita di dunia kerja. Hard skills tentunya tidak akan berarti banyak bila tidak didukung kuat oleh atribut intra-inter personal skills atau soft skills di atas. Di Amerika banyak orang (80%) gagal meniti karir dalam pekerjaannya karena lemahnya soft skills. Soft skills dikatakan juga sebagai transferable skills yang artinya digunakan tidak tergantung pada tempat pekerjaan (diperlukan diseluruh bidang keperjaan). Lain halnya kalau hard skills bukan transferable skills yang artinya hanya dapat digunakan pada industi atau tempat pekerjaan tertentu. Pencari kerja banyak yang gagal mendapatkan pekerjaan pada saat diwawancaai terkait dengan soft skillsnya. Kalau seseorang lulusan dibekali skills yang dikatakan sebagai active learner atau pembelajar yang baik, maka dengan adanya sumber pembelajaran yang beragam sekarang ini (termasuk internet) akan memudahkan mengembangkan hard skills lebih lanjut atau berkelanjutan. Maka tidak masalah kalau kita atau alumni bekerja bukan dibidangnya karena transferable skillnya yang kuat dan bahkan dengan soft skill ini dapat berkarir sampai level managerial. Tentunya kalau bekerja dibidangnya (hard skills) dan didasari sebagai pembelajar yang baik serta dibekali dengan soft skills yang kuat maka dia akan sangat sukses meniti karir dalam pekerjaannya. Jadi kita harus selalu menggali potensi pada diri kita dan memperkuat serta mengembangkan soft skills. Maaf ini bukan kuliah tapi hanya urun rembug ..he…he….he
Duh, sayang sekali saya tidak menerima literatur tersebut langsung dari Bapak. Yang jelas, jika informasi tersebut disampaikan ke mahasiswa akan menambah wawasan untuk bisa berbuat sesuatu bagi keputusan profesi yang akan diambil.
Saya berpikiran, antara soft skills dan hard skills pada nantinya akan menempati dua dunia yang berbeda Pak. Meski pada kenyataannya kedua hal tersebut sudah terkondisi dalam dunia TP sebagai wadah ajang akademis dan penyaluran potensi diri. Soft Skills sendiri terpicu dari kegiatan-kegiatan mahasiswa non akademis seperti pelatihan manajemen, senat, himpunan, dengan seabrek kegiatannya spt baksos, seminar dll.
Tapi yang saya rasakan, kemampuan di hard skills lambat laun memudar ketika mahasiswa ini mulai menapak ke jenjang profesi. Ini masih menjadi polemik. Pemudaran itu bisa dilihat dari mayoritas profesi yang dipegang oleh para sarjana TP, seperti contoh profesi diatas.
Yang saya rasakan selama di TP - semoga saya salah - minimnya informasi profesi TP menjadikan lulusan itu memilih profesi ’seadanya’. Peryataan dasarnya adalah “Ketika kamu belajar TP, nantinya kamu bisa menjadi ini dan itu”. Nah, pada akhirnya, meski pihak TP sudah berikan informasi atau kerjasama dengan industri yg berkaitan dengan TP, tetap aja lulusan tadi lebih tertarik bekerja di sektor ekonomi dan jasa.
Apakah karena profesi TP telah diserobot oleh bidang lain (mis Farmasi, Teknik Kimia), sehingga terkesan lapangan pekerjaan ala TP itu susah didapat ?. Boro-boro mikir menciptakan lapangan pekerjaan, la iklim usaha di Indonesia selalu lekat dengan permodalan. Ya salah satu jalannya adalah kerja seadanya saja.
Nah, yang terjadi sekarang adalah saya bingung untuk mengakhiri komentar saya ini dengan keywords yang mak nyuss. Hahahaha. Gini deh, gampangannya. Soft Skills dan Hard Skills itu seyogyanya terkondisikan jadi satu atap. Ya di dalam TP itu sendiri. Kemudian, ada pra kondisi bagi lulusan TP sebelum menjalankan profesinya, dengan membuat wadah konseling profesi TP yang memberikan wacana-wacana serta informasi potensi profesi yang berkaitan dengan TP.
Konseling profesi TP itu sebagai pijakan yang benar-benar akhir bagi lulusan untuk melanjutkan perjalanan hidup berkarya menghasilkan uang. Dalam konseling itu, para pakar, praktisi dan motivator TP memainkan peranannya untuk membuka lebar profesi TP. Klo bisa sih jadi wirausahawan TP yang berasal dari kampus. Gitu dulu deh Pak. Lain kali disambung. Dah harus anter rambak nih. Terima kasih.
Btw … antar rambak ke warung-warung adalah salah satu ikhtiar saya untuk kembali ke profesi TP. Rambak kan dari lemak kulit sapi dan kerbau. Dulu pernah dikasih kuliah Teknologi Susu dan Daging Pak. Jadi hmm Rambak = TP. Hmm .. cocok daah. Hihihii.
sekedar pengen tau aja…sebelumnya pernahkah (yg kerja diluar profesi) itu melamar ke t4 yg sesuai ? (jgn nunggu iklan lowongan) tapi menulis lamaran ke pabrik ex. makanan,milk, dll yg ada hub dg TP. klo mau sabar sich mungkin juga ada yg bisa masuk..cos’ aku dulu iseng masukin lamaran ke Nestle Surabaya..mgkn 6 bulan lebih baru ada panggilan tapi karna uda kerja ya ga tak datangi (karna rasa idealis untuk kerja harus sesuai profesi ga ada sich, klo perusahaan pabrik khan pasti membutuhkan tenaga yg sesuai dengan keahlian…
@mas hendra: Sukses dech dalam pengembangan rambaknya..(lestarikan TP)
Setuju dgn Pak Made Utama dan Hendra,
Saat ini saya adalah karyawan Bank Swasta Nasional dan banyak rekan saya yg memilih profesi sbg Karyawan Bank dan yg sy banggakan ternyata mreka tdk kalah bersaing dgn Alumni dr Desiplin Ilmu yg berbeda bahkan dgn teman Ekonomi sekalipun.
Sebagai masukan bagi dunia kampus dgn bahasa sederhana saya katakan “Mendekatlah dgn Masyarakat jgn spt Menara Gading”, ya hard n soft skill itu hrs dikembangkan secara simultan.
Bahkan sebagian dr generasi muda kita enggan kuliah krn tdk menjamin mendapat pekerjaan sementara biaya kuliah terasa semakin mahal, apalagi bbrp dr Sarjana yg gagal menunjukan kinerja mereka selepas dr kampus hal ini seolah men-jurged dunia kampus kurang menjanjikan, kecendrungan saat ini anak muda lbh seneng belajar/mengasah ketrampilan dr pd kuliah.
Inilah tantangan dunia kampus yg harus dpt menjawab kebutuhan di masyarakat kita sekarang, salam.
setuju deh, yang penting gak kena pasal pidana ato perdata
Klepon it’s that u???hidup di mana kau sekarang????
aebelumya terimakasih atas info dan sarannya.
terus terang saya adalah mahasiswa yang mw selesai dalam waktu dekat ini(klo tidak ada halangan bulan agustus 2009 ini sy wisuda).
nah setelah itu, mungkin ada kebingungan mw kemana setelah ini, beberapa saat lalu sebelum sy buka blog ini sy mencari-cari info lowongan kerja, khususnya yang memerlukan seorang STP, tapi sepertinya sy tidak menemukannya. terus terang mungkin bagi setiap mahasiswa yang sudah lulus ingin bekerja di bidangnya atau hasil kuliahnya ingin dipraktekan, itu termasuk keinginan saya.
nah mungkin tempat ini merupakan wadah yang tepat bagi saya untuk mendapatkan informasi dan petunjuk terutama dari kakak2 yang lebih dulu lulus dan mengetahui pahit manisnya dalam mencari kerja bagi seorang lulusan TP juga saya mohon masukan juga mungkin dari bapak2 dan ibu dosen, sekiranya mungkin ada kesempatan bagi saya bisa mendapatkan pekerjaan.
saya sangat membutuhkan banyak teman yang berkecimupung di bidang TP, mohon maaf mungkin hal ini seperti curhat atau apalah yang penting bagi saya yang baru akan terjun ke masyarakat butuh banget yang namanya motivasi and spirit.
silahkan bagi kakak2 ato teman2 yang mw berkomunikasi dengan saya bs add saya di email rahmatspike@yahoo.co.id. atau contact di 08563900368
Hai rekan-rekan dan staf pengajar semua… Terima kasih sebelumnya…
Kalo boleh saya berbagi nih terutama u/ adik-adik mahasiswa…
Bahwa dari pengalaman saya bekerja di berbagai perusahaan dari yang sejalur dengan TP dan yang tidak, sesungguhnya harus kita sadari dulu esensi dari ilmu kita dan kegunaannya
Mudahnya begini, bahwa setelah saya amati ternyata kita ini berdiri dihadapan dunia kerja yang beragam dengan menggenggam titel di tangan kanan dan ilmu di tangan kiri
Kemudian ilmu yang di tangan kiri ini kita simpan dulu karena itu sangat internal (inner) sifatnya, kita beralih ke tangan kanan yang menggenggam titel tersebut yang akan kita pakai dengan orientasi eksternal (keluar). Titel ini dapat kita bagi ke dalam dua bagian yang cukup besar yakni ke-teknik-an (engineer/insinyur) dan pertanian
Di dunia kerja yang telah saya alami, yang tumbuh dengan subur dan dapat dipertanggungjawabkan/disertifikasi secara profesi adalah bagian ke-teknik-an yang tipikalnya adalah teknik UMUM seperti teknik sipil, konstruksi, struktur, arsitek, kimia, lingkungan, dsb. bukan yang tipikalnya khusus seperti ke-teknik-an kita entah itu teknik industri, teknik hasil pertanian maupun mekanisasi
Jadi dengan kata lain bahwa dunia usaha dan atmosfirnya belum bisa menerima ke-teknik-an kita yang KHUSUS itu, kita sendiri yang harus memperkenalkan diri kita bahwa kita adalah engineer/insinyur dengan latar belakang ke-teknik-an yang sama atau bisa membaur dengan teknik yang sudah UMUM tersebut, dan dalam hal mencari peluang kerja kita pun harus bisa mengkonversi perbedaan antara misalnya; teknik industri dengan teknik industri pertanian, atau ahli pangan dengan teknik hasil pertanian atau teknik mesin dengan mekanisasi pertanian dan mencari keuntungan sebaik-baiknya dari peluang tersebut
Di luar itu pun masih ada mainstream yang menegaskan bahwa engineer/insinyur adalah para konsultan atau kontraktor atau orang yang bekerja di bidang jasa konsultansi atau konstruksi, dan bukan orang yang bekerja pada suatu pabrik makanan, pengelola makanan atau perkebunan misalnya.
Contoh besarnya adalah saya sendiri.. begini; saya sekarang bekerja pada sebuah perusahaan konsultan sipil yang bergerak di bidang penyediaan jasa konsultansi seperti pengukuran geodesi/tanah, oseanografi, pembuatan desain bangunan, penghitungan galian dan timbunan dan itu sangat sipil sekali. Saya tentunya tidak bisa berkarir secara profesi disini, tapi saya mengusahakan 2 perkara, yaitu 1; saya aplikasikan ilmu manajerial yang saya dapat di TIP ke dalam pengelolaan aset dan SDM di tempat saya bekerja, alhamdulillah saya sekarang menempati posisi sebagai Asisten Manajer Bagian Umum (Public Affair), dan banyak yang menanyakan kompetensi saya, mengapa bukan dari ilmu manajemen (Sarjana Ekonomi), yang ke2; bahwa ternyata teknik industri itu bisa disertifikasi sebagai ahli, dan itu yang sedang saya usahakan sekarang agar ilmu saya bisa terakreditasi dan dapat mengikuti proyek-proyek yang meminta tenaga ahli industri.
Di tempat yang lainpun saya kira sama, bahwa kita harus cermat dan cerdik menggunakan ilmu kita sebagai profesi di tempat kita akan bekerja.
Yang penting sekarang… Jangan merasa minder dengan ilmu kita yang KHUSUS ini, dan Jangan pilih-pilih pekerjaan untuk memulai suatu karir, dan Jangan ragu-ragu untuk mencari peluang pekerjaan yang lebih baik dengan pengalaman yang cukup.
Semoga berguna
Hai temen-temen alumni PSTP atau sekarang udah jadi http://FTP. Saya alumni PSTP 94 dan sangat bangga pernah menjadi Mahasiswa yang dibimbing oleh dosen-dosen bekualitas, berbicara mengenai alumni FTP yang berprofesi “serabutan” ada Bangker, Sales atau sebagai Enterpreneur tentunya saya melihat sebagai suatu point tersendiri karena saat belajar di FTP mungkin sedikit sekali materi yang berhubungan dengan bidang yang mereka tekuni, entah itu photografer sales atau pengusaha kunci menurut saya tidak masalah. Satu hal mungkin belum dilakukan oleh alumni FTP adalah berani keluar dan bersaing diluar Bali, kebanyakan temen-temen yang berasal dari Luar Bali setelah selesai kuliah mereka mencari kerja di Bali, yang tentunya Bali bukan daerah industri melainkan Wisata jadi pekerjaan yang terkait dengan Food industry bisa dibilang sangat minim apalagi Perusahaan Multinasional seperti Nestle, Unilever, Frisian Flag, San Miguel, URC Indonesia, Purefoods dan banyak lagi akan cendrung berinvestasi di daerah industri di Pulau Jawa, melihat kondisi seperti ini dengan ilmu yang dimiliki oleh alumni FTP sangat terbuka peluang untuk berkompetisi. Beberapa perusahaan Food industri Multi nasional yang pernah saya bekerja sepanjang tahun 1999-2008 seperti : Purefoods International ( Tuna Canning Industry), Bayatri Internasioanl ( Fishery industry), URC Indonesia ( Snack, Confectionery & Beverages Industry) yang dominan bekerja disana adalah alumni IPB, UGM dan beberapa Universitas Negeri di Sumatera dan mereka memegang posisi- posisi kunci. Yang menjadi pertanyaan saya pernahkah kita coba berkompetisi dengan mereka ? cuma satu hal yang belum ada fingting spirit berani berkompetisi saya yakin Alumni FTP bisa. Saya mahasiswa hasil saringan 4 kali ketika penjurusan dan terpilih 8 orang masuk TEP ( Karena di TIN gak lolos, TPN nggak nyangkut, THP mental, tingal yang tersisa TEP dan mau gak mau harus diambil karena itu yang terbaik he..he..he ). dengan ilmu yang ngepass aja Alumni Udayana masih bertaji apalagi temen-temen yang berpestasi. Ayo Hijrah dan menerapkan ilmu kita di Food Industry karena peluang sebagai pekerja Profesioanal dan enterpreneur sangat luas.
Untuk temen-temen yang sukses di Marketing dan Sales atau lainya anda semua luar biasa
VIVA FTP
Lalu Suherman
Mahasiswa PSTP TEP Angkatan 94
Mantan Ketua BPM 1996/97
Tinggal Di Jakarta
Plant Manager PT SEKAR LAUT Tbk.( Finna Food ) JakArta
perlu adanya mata kuliah kewirausahaan dan kecakapan hidup buat lulusan http://FTP. biar lulusan FTP bisa mandiri, eksis dan survive!
Adik-adik sekalian, tampaknya diskusi tentang dunia kerja dan daya saing lulusan sangat menarik. Bagaimana kalau seandainya di web ikatepayana ini dibuat forum diskusi kusus tentang “SOFT SKILLS DAN DUNIA KERJA: MENINGKATKAN DAYA SAING LULUSAN FTP-UNUD” atau tema yang lain terkait dengan daya saing lulusan, silakan masukannya. Pada forum ini diharapkan lulusan yang sukses meniti karir, yang sedang meniti karir, yang mengalami hambatan dalam meniti karir untuk saling berbagi pengalaman dan visions. Saya berkeyakinan dengan forum tersebut akan bermanfaat bagi kita alumni FTP-Unud. Bagaimana setuju? Kalau setuju tentu harus ada yang mengorganisasikannya, mungkin Hendra bisa membantu jadi volunteer?
Aq anak TIP maz… terkadang hidup itu emang kejam… namun harus tetap bertahan kan… syukur2 klo dapat kerja sesuai bidangnya… klo di jurusan saya malah di tekankan untuk berwirausaha.. bukan cari kerja… makasi..
Tinggalkan kesan dan pesan Anda disini!
Kategori
Blogroll
Jaringan
Komentar Terakhir
Tulisan Terakhir
Pesan Singkat
Pesan Sponsor
Gallery
Administrasi
Info Iklan